Oleh:
Aris Risdiana, S.Sos.I.,MM[1]
Fakultas
Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Dosen
Jurusan Manajemen Dakwah
Abstrak
Memasuki
era globalisasi sekarang ini, penyelenggaraan pendidikan tinggi nasional sedang
dan akan menghadapi sejumlah permasalahan. Diantara, permasalahan tersebut
adalah gejala semakin menguatnya arus globalisasi, pesatnya perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, dan perubahan arah kebijakan pendidikan, khususnya
Pendidikan Tinggi.
Rendahnya
tingkat kesiapan kerja para lulusan perguruan tinggi menjadi permasalahan
tersendiri di dunia pendidikan Indonesia saat ini. Hal tersebut merupakan
tantangan bagi perguruan tinggi untuk dapat meningkatkan kualitas SDM lulusan
mereka. Institusi pendidikan tinggi
tidak lagi dinilai
berdasarkan berapa jumlah lulusan
yang telah dihasilkan,
akan tetapi dinilai
dari berapa banyak lulusan yang
dapat diserap oleh pasar kerja.
Salah
satu tolok ukur kualitas perguruan tinggi adalah daya saing lulusan dalam pasar
kerja. Untuk dapat menghasilkan lulusan yang mampu memenangkan
persaingan-persaingan pasar kerja, sekurang-kurangnya di tingkat lokal, dan
harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki standar kualifikasi nasional dan
regional, maka perguruan tinggi harus memperhatikan antara lain diperlukan
adanya pola atau strategi alternatif
yang efektif dalam hal ini dengan membuka serta memaksimalkan fungsi laboratorium
multi fungsi yang memiliki program kerja sesuai dengan kebutuhan saat ini.
Key word: Kualitas, Laboratorium dan Perguruan Tinggi.
0 komentar:
Posting Komentar