Senin, 05 Januari 2015 | By: Unknown

Pengembangan Kualitas Lulusan Perguruan Tinggi (Strategi Alternatif Pengelolaan SDM Melalui Laboratorium)



Oleh: Aris Risdiana, S.Sos.I.,MM[1]
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Dosen Jurusan Manajemen Dakwah

Abstrak
Memasuki era globalisasi sekarang ini, penyelenggaraan pendidikan tinggi nasional sedang dan akan menghadapi sejumlah permasalahan. Diantara, permasalahan tersebut adalah gejala semakin menguatnya arus globalisasi, pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan perubahan arah kebijakan pendidikan, khususnya Pendidikan Tinggi.
Rendahnya tingkat kesiapan kerja para lulusan perguruan tinggi menjadi permasalahan tersendiri di dunia pendidikan Indonesia saat ini. Hal tersebut merupakan tantangan bagi perguruan tinggi untuk dapat meningkatkan kualitas SDM lulusan mereka. Institusi pendidikan tinggi  tidak  lagi  dinilai  berdasarkan berapa  jumlah  lulusan  yang  telah  dihasilkan,  akan  tetapi  dinilai  dari  berapa banyak lulusan yang dapat diserap oleh pasar kerja.

Selasa, 23 Desember 2014 | By: Unknown

Terapi bagi Bayi "Kuning"

Tia, ibu muda yang bermukim di kawasan Bintaro Jaya, Tangerang, diliputi rasa cemas. Setelah lahir, Jasmine, putrinya, mengalami kuning sehingga harus diterapi sinar lampu fototerapi di rumah sakit. Setelah kadar bilirubin normal, bayinya boleh dibawa pulang.

Sesuai anjuran dokter, bayinya selalu dijemur di bawah sinar matahari pagi setiap hari agar tidak kuning lagi. Namun, tiga hari sepulang dari rumah sakit, kadar pigmen kuning dalam darah (bilirubin) bayinya mencapai 20 miligram per desiliter (mg/dl) dalam darah. "Waktu itu cuaca mendung terus. ASI saya juga masih kurang lancar sehingga Jasmine kekurangan cairan," kata Tia.

Oleh dokter, bayinya dinyatakan hiperbilirubin atau memiliki bilirubin berlebihan sehingga harus dirawat di bawah lampu fototerapi di rumah sakit selama beberapa hari. Tia pun berusaha tetap bisa menyusui bayinya. "Menurut dokter, Jasmine menderita kuning karena golongan darahnya berbeda dengan saya," tuturnya.

Antara Mengajar dan Tanggungjawab


Manusia merupakan makhluk Allah yang sempurna. Kesempurnaan itu tentunya harus banyak kita syukuri supaya harapan rizqi tetap mengalir dan barokah. Begitu pun dengan perjalanan seorang pengajar yang setiap hari harus mentransfer ilmu pengetahuan kepada anak didiknya. Rasa lapar tak dihiraukan rasa letih tak diindahkan karena semata-mata ingin mentarnsfer value kepada anak didiknya.
Jumat, 12 September 2014 | By: Unknown

Kau ini bagaimanaa.. atau aku harus bagaimana???

Kau ini bagaimana…..

kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya

Kau suruh aku berpikir….aku berpikir kau tuduh aku kafir

Aku harus bagaimana..

Kau bilang bergeraklah…..aku bergerak kau curigai

Kau bilang jangan banyak tingkah…aku diam saja kau waspadai

Kau ini bagaimana..

Kau suruh aku memegang prinsip…. aku memegang prinsip ..kau tuduh aku kaku

Kau suruh aku toleran…..aku toleran kau bilang aku plin-plan

Aku harus bagaimana…

Kau suruh aku maju…aku mau maju kau selingkung kakiku

Kau suruh aku bekerja…aku bekerja kau ganggu aku..