Selasa, 23 Desember 2014 | By: Unknown

Terapi bagi Bayi "Kuning"

Tia, ibu muda yang bermukim di kawasan Bintaro Jaya, Tangerang, diliputi rasa cemas. Setelah lahir, Jasmine, putrinya, mengalami kuning sehingga harus diterapi sinar lampu fototerapi di rumah sakit. Setelah kadar bilirubin normal, bayinya boleh dibawa pulang.

Sesuai anjuran dokter, bayinya selalu dijemur di bawah sinar matahari pagi setiap hari agar tidak kuning lagi. Namun, tiga hari sepulang dari rumah sakit, kadar pigmen kuning dalam darah (bilirubin) bayinya mencapai 20 miligram per desiliter (mg/dl) dalam darah. "Waktu itu cuaca mendung terus. ASI saya juga masih kurang lancar sehingga Jasmine kekurangan cairan," kata Tia.

Oleh dokter, bayinya dinyatakan hiperbilirubin atau memiliki bilirubin berlebihan sehingga harus dirawat di bawah lampu fototerapi di rumah sakit selama beberapa hari. Tia pun berusaha tetap bisa menyusui bayinya. "Menurut dokter, Jasmine menderita kuning karena golongan darahnya berbeda dengan saya," tuturnya.

Antara Mengajar dan Tanggungjawab


Manusia merupakan makhluk Allah yang sempurna. Kesempurnaan itu tentunya harus banyak kita syukuri supaya harapan rizqi tetap mengalir dan barokah. Begitu pun dengan perjalanan seorang pengajar yang setiap hari harus mentransfer ilmu pengetahuan kepada anak didiknya. Rasa lapar tak dihiraukan rasa letih tak diindahkan karena semata-mata ingin mentarnsfer value kepada anak didiknya.